Sawit dan Pertanian Jadi Andalan, Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen

Daerah, Ekbis, Pojok31 Dilihat

PADANG, indekssumbar.com  – Perekonomian Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kinerja positif pada triwulan III tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumbar tumbuh sebesar 4,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor luar negeri, terutama komoditas berbasis kelapa sawit, serta kontribusi sektor pertanian yang masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

BPS mencatat, dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri Sumatera Barat mengalami pertumbuhan sebesar 25,17 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati, termasuk produk turunan kelapa sawit.

Volume ekspor kelompok komoditas tersebut tercatat meningkat 24,58 persen. Produk hilirisasi kelapa sawit, khususnya RBD Palm Olein, serta Crude Palm Oil (CPO) menjadi komoditas yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor.

Kinerja ekspor ini menunjukkan bahwa komoditas perkebunan masih memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi Sumatera Barat.

Selain ekspor, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga memperlihatkan pertumbuhan positif sebesar 3,45 persen secara tahunan. Sektor ini tetap menjadi salah satu sektor utama yang menopang struktur ekonomi daerah.

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2026 dicatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 16,61 persen. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11,79 persen serta pengadaan listrik dan gas sebesar 11,11 persen.

Baca Juga:  Perkuat Kemitraan dengan Pers, Kapolsek Sutera Iptu M. Manik Silaturahmi dengan Awak Medi

Industri pengolahan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,26 persen secara tahunan.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar secara tahunan mencapai 4,69 persen pada triwulan III 2026.

Dari sisi pengeluaran, peningkatan ekspor luar negeri menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski secara tahunan menunjukkan perkembangan positif, pertumbuhan ekonomi Sumbar secara kuartalan atau dibandingkan triwulan II 2026 tercatat relatif terbatas, yakni sebesar 0,02 persen.

Adapun secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III 2026, perekonomian Sumatera Barat tumbuh sebesar 4,75 persen.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa ekspor, industri pengolahan, serta sektor pertanian masih memiliki peranan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

Ke depan, penguatan hilirisasi komoditas perkebunan, peningkatan produktivitas pertanian, serta perluasan pasar ekspor menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Red/001