Ribuan Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta, Yusril: Situasi Keamanan Masih Biasa Saja

Hukum, Nasional, News35 Dilihat

JAKARTA, indekssumbar.com – Pengerahan ribuan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa situasi keamanan di ibu kota masih berjalan normal dan tidak menunjukkan gejolak yang mengkhawatirkan.

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat memberikan keterangan kepada awak media di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/11/2026).

Menurut Yusril, berdasarkan pemantauan secara umum, kondisi keamanan Jakarta masih terkendali seperti biasanya.

“Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan,” ujar Yusril.

Meski demikian, Yusril mengaku belum dapat memberikan penjelasan secara terperinci mengenai alasan pengerahan personel TNI dalam jumlah besar ke Jakarta.

Ia menyebut penjelasan mengenai tujuan dan kebijakan pengerahan pasukan tersebut merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.

“Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan,” katanya.

TNI AL Benarkan Pengerahan Personel

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan adanya pergerakan personel dalam jumlah besar menuju wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menyampaikan bahwa pengerahan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara serta mengantisipasi perkembangan situasi.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada ANTARA, TNI AL merencanakan pengerahan total 20.980 personel secara bertahap sesuai instruksi melalui Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Tahap pertama dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan yang telah berada di wilayah Jakarta.

Baca Juga:  Marc Marquez Tak Terbendung di Sepang, Juara MotoGP Malaysia 2026!

Selanjutnya, pada tahap kedua dan ketiga, sebanyak 5.740 personel dari luar Jakarta digerakkan pada 4 November 2026 melalui jalur darat dan armada kapal perang Republik Indonesia (KRI).

Sementara itu, tahap keempat melibatkan 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta yang disiapkan dalam status siaga penuh di markas masing-masing.

Tunggul juga menjelaskan bahwa pergerakan personel tersebut berkaitan dengan persiapan sejumlah agenda latihan militer, di antaranya Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta Latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.

TNI Sebut Pengerahan Pasukan Hal Biasa

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan pengerahan pasukan merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam menjalankan tugas negara.

Menurutnya, TNI dituntut selalu siap melindungi seluruh bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengerahan personel tersebut, kata dia, dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, pihak TNI belum mengungkap secara terperinci seluruh pertimbangan operasional di balik pengerahan personel dalam jumlah besar tersebut.

Di tengah perhatian publik terhadap pergerakan pasukan, pernyataan Yusril menjadi penegasan bahwa kondisi keamanan Jakarta secara umum masih berlangsung normal.

Pemerintah dan jajaran TNI diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tujuan serta mekanisme pengerahan pasukan agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Red/001 – (Sumber: Kompas.com/ANTARA)