BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar hingga 5 November, 12 Daerah Diminta Waspada

Daerah6 Dilihat

PADANG, indekssumbar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) selama sepekan ke depan, terhitung 30 Oktober hingga 5 November 2026.

Peningkatan potensi hujan tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), keberadaan Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, serta pola pertemuan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Sumatera Barat.

Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau menjelaskan, aktifnya MJO di wilayah Indonesia bagian barat bersama keberadaan Siklon Tropis 91B berpotensi mengubah dinamika atmosfer dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumbar.

Selain itu, tingginya anomali suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian barat Sumatera turut memperkuat potensi hujan. Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air melalui proses penguapan yang mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG juga mencatat, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Barat pada 27 hingga 29 Oktober 2026.

Curah hujan tertinggi pada 27 Oktober tercatat di Kabupaten Sijunjung mencapai 97 milimeter. Kemudian, pada 28 Oktober, Kabupaten Pasaman mencatat curah hujan sebesar 80,5 milimeter, sedangkan pada 29 Oktober curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Tanah Datar sebesar 49,6 milimeter.

Baca Juga:  Sampan Membawa 37 Penumpang Siswa SMA Terbalik di Perairan Selat Sikakap

Untuk periode 30 Oktober hingga 5 November 2026, BMKG memprakirakan potensi peningkatan curah hujan di 12 wilayah, yakni Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana juga diminta lebih berhati-hati terhadap potensi banjir, tanah longsor, genangan air, serta dampak bencana hidrometeorologi lainnya.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan saluran drainase agar aliran air tetap lancar. Warga juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan karena sebaran asap berpotensi memengaruhi kualitas udara di Sumatera Barat.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tidak mengabaikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan cuaca ekstrem.

Red/001

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *