PADANG, indekssumbar.ccom — Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Rabu (4/11/2026) menjelang siang.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi, erupsi terjadi pada pukul 10.51 WIB dengan durasi sekitar 26 detik.
Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 17,8 milimeter. Namun, tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati.
Meski kembali mengalami erupsi, status aktivitas Gunung Marapi hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat, pendaki, pengunjung, maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, tepatnya di sekitar Kawah Verbeek.
Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Warga Diminta Waspadai Ancaman Banjir Lahar
Selain potensi erupsi, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran sungai, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar, terutama memasuki musim hujan.
Potensi banjir lahar perlu diwaspadai karena material vulkanik yang berada di sekitar puncak gunung dapat terbawa aliran air hujan menuju kawasan permukiman.
Apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan abu.
Warga juga diminta melindungi mata dan kulit, menjaga kebersihan sumber air, serta membersihkan tumpukan abu vulkanik yang tebal di atap rumah guna menghindari risiko kerusakan bangunan.
Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Informasi Hoaks
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya terkait aktivitas Gunung Marapi.
Warga diminta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pos Pengamatan Gunung Marapi, serta pemerintah daerah setempat.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar juga diharapkan terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Marapi.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik.
Red/001









