Sekda Pastikan Proyek Jembatan Inunang Berjalan Lancar, Kontraktor Bantah Isu yang Beredar

Daerah12 Dilihat

PESISIR SELATAN, Indeks Sumbar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, memastikan pelaksanaan pembangunan Jembatan Inunang di Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, berjalan sesuai jadwal (schedule) yang telah ditetapkan.

Kepastian tersebut disampaikan Zainal Arifin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan pada Jumat (23/10).

“Setelah kita melakukan sidak ke lokasi pekerjaan dan berdiskusi dengan pengawas, sampai saat ini pelaksanaannya masih sesuai jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan lancar. Selain melakukan pengawasan, pemerintah daerah juga berupaya mencari solusi apabila ditemukan kendala selama proses pengerjaan.

Menurutnya, pengawasan terhadap proyek pembangunan sangat penting, terlebih kegiatan tersebut menggunakan anggaran yang harus dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab.

“Kita pastikan seluruh pekerjaan berjalan lancar. Kalau ada kendala, kita carikan solusi. Intinya, jangan sampai masyarakat dirugikan akibat kendala dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan,” tegasnya.

Zainal Arifin menambahkan, Bupati Pesisir Selatan juga meminta agar perkembangan pembangunan jembatan tersebut diperiksa setiap pekan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu.

“Bupati meminta setiap minggu dilakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan pembangunan berjalan lancar. Kita juga meminta agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi dan selesai tepat waktu,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil peninjauan, hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti. Ketersediaan material di lokasi pekerjaan juga dinilai mencukupi, sementara para pekerja tetap melaksanakan aktivitas sesuai kebutuhan pekerjaan.

“Tidak ada kendala. Material di lokasi cukup banyak dan pekerja juga tersedia,” tutupnya.

Pekerja Bantah Upah Tidak Dibayarkan

Terpisah, Iswanofendi (40), salah seorang pekerja dalam proyek pembangunan Jembatan Inunang, membantah informasi yang menyebutkan adanya persoalan pembayaran upah pekerja maupun kekurangan material.

Ia menegaskan, selama pelaksanaan pembangunan berlangsung, pekerjaan tetap berjalan dan tidak mengalami kendala berarti.

“Kami membantah pemberitaan tersebut. Saya sebagai pekerja di sini menyatakan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Kami tetap bekerja sesuai kebutuhan pekerjaan. Saat beberapa awak media datang ke lokasi, kami memang sedang tidak berada di tempat karena hendak melaksanakan salat Jumat,” ujarnya, Jumat (23/10).

Menurut Iswanofendi, pembayaran upah pekerja dilakukan oleh pihak kontraktor setiap akhir pekan. Sementara itu, pengadaan material disesuaikan dengan kebutuhan dan progres pekerjaan di lapangan.

Baca Juga:  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

“Material didatangkan sesuai progres pekerjaan, dan setiap minggu upah pekerja dibayarkan,” jelasnya.

Ia memperkirakan pembangunan Jembatan Inunang dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan, selama tidak ditemukan kendala dalam pelaksanaannya.

“Pekerjaan ini saya taksir bisa selesai sebelum waktunya, Insyaallah. Saat ini kami tinggal menunggu pesanan besi yang sudah dipesan dari Jakarta,” ungkapnya.

Kontraktor Tegaskan Pekerjaan Tetap Berjalan

Sementara itu, Govin selaku kontraktor dari CV Taman Karya Manggala, perusahaan pelaksana kegiatan pembangunan Jembatan Inunang, turut membantah informasi yang beredar terkait dugaan kendala dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Ia menegaskan, sejak pekerjaan dimulai, tidak pernah terjadi penghentian pengerjaan. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan hingga saat ini masih berjalan sesuai jadwal.

“Sejak kegiatan dimulai, belum pernah ada penghentian atau pekerjaan terhenti. Sampai saat ini, pelaksanaannya masih sesuai jadwal,” tegas Govin.

Ia menduga munculnya pemberitaan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi yang sebelumnya terjadi antara dirinya dan seseorang. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut berada di luar konteks pelaksanaan pembangunan jembatan.

“Sebelumnya saya memang memiliki persoalan pribadi dengan seseorang di luar konteks pekerjaan ini. Namun, saya menyayangkan apabila persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan informasi yang menurut saya tidak sesuai dengan kondisi pekerjaan di lapangan,” katanya.

Terkait persoalan pembayaran ganti rugi tanaman milik warga yang terdampak pergeseran titik pembangunan, Govin menjelaskan bahwa kewajiban tersebut telah diselesaikan.

Ia menyebutkan, tanaman berupa satu batang kelapa sawit, pohon kelapa, dan pinang yang terdampak telah mendapatkan pembayaran ganti rugi.

“Ganti rugi tanaman tersebut sudah saya bayarkan karena memang ada pergeseran titik pembangunan. Persoalan itu juga sudah diselesaikan,” terangnya.

Meski demikian, Govin menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum berupa somasi terhadap pihak-pihak tertentu terkait pemberitaan yang dinilainya merugikan dirinya.

“Tidak tertutup kemungkinan nantinya saya juga akan melayangkan somasi kepada perusahaan yang bersangkutan. Namun, kita lihat perkembangan selanjutnya,” tutupnya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan Jembatan Inunang dapat terus berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Red/002